Peraturan gubernur zone bebas air tanah perlu selekasnya ditegakkan

Peraturan gubernur zone bebas air tanah perlu selekasnya ditegakkan

borneotogel88.org  – Dilansir dari link slot gacor belo4d, Pemerhati peraturan public Sugiyanto mengatakan jika Pemerintahan Propinsi (Pemerintah provinsi) DKI Jakarta harus selekasnya tegakkan Ketentuan Gubernur (Peraturan gubernur) Nomor 93 Tahun 2021 mengenai Zone Bebas Air Tanah buat melindungi dari pengurangan muka tanah.

“Peraturan gubernur ini telah atur ada ancaman. Hingga, bila diterapkan baik karena itu diharap bisa tingkatkan pemakaian air bersih atau air minum lewat jaringan perpipaan,” kata Sugiyanto di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, merujuk pada peraturan gubernur itu, telah atur bangunan di beberapa batas jalan dan teritori yang tidak dibolehkan kembali memakai air tanah.

Beberapa batas jalan itu salah satunya, Jalan Style Motor Raya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Raya Bogor, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Prof Dr Satrio, Jalan Jenderal Gatot Subroto dan Jalan DI Panjaitan.

Selanjutnya, untuk teritori zone bebas air bersih mencakup Teritori Industri Pulo Gadung (JIEP), Mega Kuningan, Rasuna Epicentrum, Menteng, Tanah Abang, SCBD, Sudirman, Medan Merdeka dan Asia Afrika.

Dia menerangkan, pada ketentuan itu ada ketetapan persyaratan bangunan gedung yang sudah dilakukan pengaturan ambil air tanah di zone bebas air tanah seperti ditata dalam Pasal 2, yaitu mempunyai luas lantai 5.000 mtr. persegi atau lebih.

“Selanjutnya, mempunyai jumlah delapan lantai ataupun lebih,” katanya.

Sugiyanto menambah jika pada Pasal 8 Ayat 1 memercayakan jika tiap pemilik/pengurus bangunan sesuai persyaratan itu dilarang lakukan ambil dan/atau pendayagunaan air tanah mulai 1 Agustus 2023, terkecuali untuk aktivitas dewatering.

Menurutnya, perlu peranan aktif pemantauan yaitu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama Dinas Buat Kreasi, Tata Ruangan dan Pertanahan (Citata) untuk proaktif lakukan pemeriksaan atau peninjauan tiba-tiba.

“Juga sangat penting tentu saja ialah keterlibatan warga untuk turut lakukan pemantauan supaya sumber daya air untuk masa datang selalu terlindungi dan pengurangan muka tanah atau ‘land subsidence’ di Jakarta dapat diminimalkan,” katanya.

Dia optimis Perumda PAM Jaya akan bisa menyelesaikan sasaran lingkup service 100 % di tahun 2030.

“Walau rintangannya tidak kecil, saya yakini lewat ‘miles stone’ yang telah diaplikasikan dan diwujudkan, sasaran itu dapat diraih,” ucapnya.

Dalam pada itu, Senior Manajer Corporate Communication and Office Director PAM Jaya, Gatra Vaganza menjelaskan, Perumda PAM Jaya terus lakukan akselerasi untuk penuhi sasaran lingkup service 100 % pada tahun 2030.

“Sasaran pada tahun 2030 itu kita harus telah ada 18 Instalasi Pemrosesan Air (IPA) dengan sasaran jumlah pelanggan 2.006.167 rasio rumah. Selanjutnya, untuk panjang jaringan perpipaan capai 19.234 km,” kata Gatra.

Direktur Eksekutif Komune Pendayagunaan Warga Indonesia (KPMI) Andi Wijaya atau dekat dipanggil Adjie Rimbawan sampaikan pada penerapan dialog yang mengangkat topik “Apakah benar Jakarta Krisi Air Bersih/Minum?”.

Adjie menjelaskan, sampai sekarang masih ada masyarakat Jakarta, khususnya di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Utara yang susah untuk memperoleh akses service air bersih.

“Kami benar-benar memberikan dukungan PAM Jaya memaksimalkan jaringan perpipaan untuk penuhi keperluan air bersih/minum masyarakat,” ucapnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *