Program MBG di Kupang NTT masih tetap jalan saat bulan puasa Ramadhan

Program MBG di Kupang NTT masih tetap jalan saat bulan puasa Ramadhan

borneotogel88.org – Koordinator Unit Servis Pemenuhan Nutrisi (SPPG) daerah Kupang, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rita Wadu mengatakan jika penerapan Makan Yang bergizi Gratis (MBG) di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang masih tetap jalan seperti umumnya sepanjang puasa Ramadhan.

“Penerapan MBG di Kota Kupang masih tetap dilakukan seperti umumnya,” kata Rita Wadu saat dikontak dari Kupang, Kamis, berkaitan penerapan MBG di sekolah yang diawali di hari ini selesai berlibur sekolah.

Ia menerangkannya alaupun masih tetap dilakukan, tetapi tipe makanan sehat yang dipersiapkan berlainan dengan hari -hari biasa.

Di bulan puasa, katanya, tipe makanan yang dihidangkan oleh faksi SPPG berbentuk makanan kering yang tidak gampang tumpah dan tidak basi.

“Tapi kami masih tetap lihat nilai gizinya, karena kami disuruh untuk lihat makanan yang dihidangkan seperti keperluan akan proteinnya, lantas karbohidratnya, dan buah-buahan,” tutur ia.

Sementara untuk tehnis apa makanan itu dimakan langsung di kelas atau dibawa pulang ke rumah, menurutnya, bergantung peraturan dari faksi sekolah.

Pewarta situs slot gacor mgo777 yang melihat secara langsung proses distribusi MBG ke Sekolah Dasar (SD) Inpres Osmok di Kecamatan Alak, Kota Kupang, memberikan laporan makanan yang dibawa tidak berbentuk omprengan sebagaimana umumnya, tetapi makanan kering yang ditempatkan ke totebag berisi telur rebus, roti, pisang, dan satu saset Energen.

Koordinator MBG di SDI Osmok Eka Noviyanti Susanto dijumpai ditengah-tengah proses pendistribusian MBG itu menjelaskan ingat makanannya kering, beberapa anak langsung disuruh berbaris di muka ruang, guru lantas membagi.

“Jadi dibagi sesudah proses belajar mengajarkan usai, hingga selesai evaluasi beberapa anak langsung terima MBG itu, yang Muslim dapat segera bawa pulang, yang non-Muslim dapat membawa pulang atau dapat makan di sini,” tutur ia.

Faksi sekolah, katanya, tidak mempersiapkan ruang khusus untuk beberapa anak non Muslim untuk melahap MBG yang dihidangkan.

Berlainan dengan sekolah MIS Fathul Mudin yang sebagian besar beberapa anak Muslim, faksi sekolah mengatakan masih tetap terima MBG, itu, tetapi selesai dibagi beberapa anak masukkan ke tempat makanan sendiri lantas diletakkan.

“Jadi kelak waktu buka puasa di dalam rumah akan dikonsumsi oleh beberapa anak,” kata Kepala Sekolah MIS Fathul Mudin Imam Nawawi saat dijumpai di sekolah itu.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *